Kesalahan Sejarah


Kesalahan Sejarah Tentang Syekh Siti Jenar Yang Menjadi Fitnah & Controversi............

> Syekh Siti Jenar [Sayyid Hasan 'Ali] > bin Sayyid Shalih> bin Sayyid 'Isa 'Alawi> bin Sayyid Ahmad Syah Jalaluddin> bin Sayyid 'Abdullah Khan> bin Sayyid Abdul Malik Azmat Khan> bin Sayyid 'Alwi 'Ammil Faqih> bin Sayyid Muhammad Shohib Mirbath> bin Sayyid 'Ali Khali Qasam> bin Sayyid 'Alwi Shohib Baiti Jubair> bin Sayyid Muhammad Maula Ash-Shaouma'ah> bin Sayyid 'Alwi al-Mubtakir> bin Sayyid 'Ubaidillah> bin Sayyid Ahmad Al-Muhajir> bin Sayyid 'Isa An-Naqib> bin Sayyid Muhammad An- Naqib> bin Sayyid 'Ali Al-'Uraidhi> bin Imam Ja'far Ash-Shadiq> bin Imam Muhammad al-Baqir> bin Imam 'Ali Zainal 'Abidin> bin Imam Husain Asy-Syahid> bin Sayyidah Fathimah Az- Zahra> binti Nabi Muhammad Rasulullah Saw. Syaikh Siti Jenar lahir sekitar tahun 1404 M di Persia, Iran.

Jumat, 24 Januari 2014

Bersyukur

 Bersyukur

AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.
Kata-Kata Di atas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.

Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama : Kita
sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah,kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang
besar dan indah,mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA" dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ''kaya''. Orang yang ''kaya'' bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki.

Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.

Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, ''Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.'' Ini perwujudan rasa syukur.

Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.

Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Saya ingat, pertama kali bekerja saya senantiasa membandingkan penghasilan saya dengan rekan-rekan semasa kuliah. Perasaan ini membuat saya resah dan gelisah. Sebagai mantan mahasiswa teladan di kampus, saya merasa gelisah setiap mengetahui ada kawan satu angkatan yang memperoleh penghasilan di atas saya. Nyatanya, selalu saja ada kawan yang penghasilannya melebihi saya. Saya menjadi gemar bergonta-ganti pekerjaan, hanya untuk mengimbangi rekan-rekan saya. Saya bahkan tak peduli dengan jenis pekerjaannya, yang penting gajinya lebih besar. Sampai akhirnya saya sadar bahwa hal ini tak akan pernah ada habisnya. Saya berubah dan mulai mensyukuri apa yang saya dapatkan. Kini saya sangat menikmati pekerjaan saya.

Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien pertama sedang duduk termen ung sambil menggumam, ''Lulu, Lulu.'' Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, ''Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu.'' Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, ''Lulu, Lulu''. ''Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?'' tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, ''Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lulu.''

Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Saya ingin mengakhiri tulisan ini dengan cerita mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, ''Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga.''

Bersyukurlah !

Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan ....
Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan ?

Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar ...

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit ...
Di masa itulah kamu tumbuh ...

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu ...
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang ...

Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru ...
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu ...

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat ...
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga ...

Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih ...
Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan ...

Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik....
Hidup yang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut...

Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif ...

Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu ...

MAKNA SHOLAT MENURUT SYECH SITI JENAR


  1. SHOLAT SUBUH, niat yang paling awal, "niyatingsun shalat, roh kudus kang shalat, iya iku rohing Allah. Allah iku lungguh ana ing paninggal, shalat iku sajrone shalat ana gusti, sajroning gusti ana sukma, sajroning sukma ana nyawa, sajroning nyawa ana urip, sajroning urip ana eling, pardhu ta'ala Allahu Akbar, tetep mantep weruh ing awakku" (Aku berniat shalat, roh kudus yang melaksanakan shalat, yaitu rohnya Allah. Allah yang menempati penglihatan, shalat yang didalam shalat itu ada gusti, di dalam gusti ada sukma, di dalam sukma ada nyawa, di dalam nyawa ada kehidupan, di dalam kehidupan terdapat kesadaran menyeluruh, kewajiban dari Allah Ta'ala, Allahu Akbar, tetap mantap mengerti akan diriku sendiri). bersambung.....

MAKNA SHOLAT MENURUT SYECH SITI JENAR (2)

Makna dari sholat subuh yang sudah saya posting. bahwa ketika kita menghadapkan gusti Allah jangan pernah menafikkan atau melupakan gerakan dan getaran hati untuk ingat pada Allah artinya yang sholat itu sebenarnya adalah hati karena getaran hati ibarat sopir dalam berkendaraan sedangan gerakan-gerakan tubuh itu ibarat kendaraannya. sehingga untuk sampai pada sebuah tujuan maka sopirlah yang paling bertanggung jawab atas penumpang yang ikut didalamnya. seluruh sel-sel tubuh adalah penumpangnya. bersambung

MAKNA SHOLAT MENURUT SYECH SITI JENAR (3)


  1. Sholat adalah sarana untuk komunikasi secara intens dengan gusti Allah. Karena sholat merupakan panggilan rahasia dan "pertemuan rahasia" shg terjadi kontak batin antara Makhluk dengan Sang Kholik. dalam sholat kita sebagai makhluk berusaha menguak cahaya Allah, dan cahaya Allah yang diturunkan kepada Kanjeng Nabi ada 6666 sinar (cahaya).
  2. Lalu, bagaimana kita bisa "menangkap" cahaya 6666 Allah itu ?, salah satu cara untuk mencapainya adalah dengan melakukan ibadah sholat. sholat yang dimaksud adalah sholat khusyu'. khusyu' adalah sebuah bentuk dari sikap penyerahan diri melalui qolbu (hati) kepada gusti Allah.
  3. kembali kepada sholat, sholat pada awalnya merupakan gerakan fisik, kemudian mencapai puncaknya adaah gerakan mistis, dimana manusia memasuki alam rasa, olah rasa, dan olah batin. sehingga menurut kanjeng Nabi Muhammad disebutkan bahwa sholat itu merupakan mi'raj nya kaum muslimin. 
  4. berdasarkan sabda kanjeng Nabi tersebut maka ukuran kekusyu'an sholat manusia dapat dilihat dari dampak positif dalam diri manusia tersebut yakni semakin meningkatnya lapis-lapis kesadaran manusia akan dirinya sendiri, siapa diri ini, untuk apa diri ini hidup dan bagaimana diri hidup

MACAM SHOLAT

Sholat dalam pandangan siti jenar terdapat dua macam diantaranya adalah:
  1. Sholat syar'i, yaitu sholat yang dilakukan sesuai dengan tuntunan kanjeng Nabi Muhammad, seperti yang kita lakukan setiap hari, yaitu sholat yang diawali dengan takbiratul ikhram dan diakhiri dengan salam.
  2. Sholat dha'im, yaitu sholat yang dilakukan secara terus-menerus, siang dan malam dalam situasi apapun. karena menurut ilmu jawa sholat sama penyebutannya dengan sembahyang (sembah sang hiyang) yaitu sembah pada Sang Maha Kuasa. sholat da'im merupakan penjabaran dari makna dan tujuan sholat yang sebenarnya.
  3. jadi intinya adalah sholat da'im ini tidak lain merupakan sholat merupakan bentuk komunikasi atau kontak batin yang terus menerus antara manusia dengan Yang Maha Batin (Allah). di sini sholat dapat menjaga fikiran yang bersih, hati yang suci, sehingga Allah selalu hadir bersama kita. bersambung.........

EMPAT PILAR UTAMA MAKRIFAT


  1. Ketika kita masuk pada dunia makrifat tolong fahami dahulu tingkatan-tingkatan sebelumnya karena mempelajari makrifat tentunya diawali dengan pemahaman terhadap syari'at yang merupakan ketentuan-ketentuan hukum yang telah ditetapkan oleh Gusti Allah, ketika pemahaman terhadap syari'at sudah bagus maka dengan sendirinya diikuti oleh tingkatan tharikot atau yang sering dikenal dengan istilah jalan (kalau saya mengartikan cara), ketika kita memiliki cara berholwat (bercinta) dengan Allah maka dengan sendirinya akan masuk pada dunia Hakikat yang berarti pemaknaan terhadap ini diri (siapa saya), ketika pemahaman terhadap hakekat mantap maka dengan sendirinya kita masuk pada dunia makrifat.
  2. untuk itulah pelajaran berikutnya saya mengajak pembaca untuk memahami pilar-pilar dalam bermakrifat. terdapat empat pilar utama ketika kita akan bermakrifat, diantaranya adalah 
    1. berusaha mengenal Allah yang berarti hati senantiasa menyadari kehadiran, kekuasaan, penyaksian, dan pengetahuan-Nya atas diri kita. Allah maha mengawasi dan Maha memelihara diri kita.
    2. mengenal iblis sebagai musuh, berarti kita mengetahui bahwa Allah menyuruh kita untuk benar-benar memeranginya, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.
    3. mengenal nafs, artinya mengenali nafs yang selalu memerintah kita berbuat jahat sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Allah, karena nafs lah yang membantu iblis untuk memasuki dan menguasai diri kita.
    4. mengenali amal yang hanya dilakukan karena Allah, berarti kita mengetahui bahwa Allah memerintahkan kita untuk berbuat kebaikan dan melarang kita untuk melakukan kejahatan.

TENTANG WAKTU

  • Ambillah waktu untuk berpikir, itu adalah sumber kekuatan.
  • Ambillah waktu untuk bermain, itu adalah rahasia dari masa muda yang abadi.
  • Ambillah waktu untuk berdoa, itu adalah sumber ketenangan.
  • Ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan
  • Ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan.
  • Ambillah waktu untuk bersahabat itu adalah jalan menuju kebahagiaan.
  • Ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati.
  • Ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa berarti.
  • Ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan.
  • Ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju surga.